Pages

Mengenai Saya

Foto Saya
Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
This blog tell about my lesson, knowledge and my experience. I get to post them for my task. Thank's to sir Ony Kuswara, my teacher and thank's for you cause you're looking my blog :)
Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 19 Januari 2012

KHASIAT PANDAN WANGI

Pandan Wangi

(Pandanus amaryllifolius Roxb.)
Sinonim :
= P. odorus Ridl. = P. latifolius Hassk. = P hasskarlii Merr.
Familia :
Pandanaccae
Uraian :
Pandan wangi tumbuh di daerah tropis dan banyak ditanam di halaman atau di kebun. Pandan kadang tumbuh liar di tepi sungai, tepi rawa, dan di tempat-tempat yang agak lembap, tumbuh subur dari daerah pantai sampai daerah dengan ketinggian 500 m dpl. Perdu tahunan, tinggi 1-2 m. Batang bulat dengan bekas duduk daun, bercabang, menjalar, akar tunjang keluar di sekitar pangkal batang dan cabang. Daun tunggal, duduk, dengan pangkal memeluk batang, tersusun berbaris tiga dalam garis spiral. Helai daun berbentuk pita, tipis, licin, ujung runcing, tepi rata, bertulang sejajar, panjang 40 - 80 cm, lebar 3 - 5 cm, berduri tempel pada ibu tulang daun permukaan bawah bagian ujung-ujungnya, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk bongkol, warnanya putih. Buahnya buah batu, menggantung, bentuk bola, diameter 4 - 7,5 cm, dinding buah berambut, warnanya jingga. Pandan wangi selain sebagai rempah-rempah juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak wangi. Daunnya harum kalau diremas atau diiris-iris, sering digunakan sebagai bahan penyedap, pewangi dan pemberi warna hijau pada masakan atau penganan. Irisan daun pandan muda dicampur bunga mawar, melati, cempaka dan kenanga, sering diselipkan di sanggul supaya rambut menjadi harum, atau diletakkan di antara pakaian dalam lemari. Daun pandan yang diiris kecil-kecil juga digunakan untuk campuran bunga rampai atau bunga tujuh rupa. Perbanyakan dengan pemisahan tunas-tunas muda, yang tumbuh di antara akar-akarnya.

Nama Lokal :
Pandan rampe, p. seungit, p. room, p. wangi (Jawa).; Seuke bangu, s. musang, pandan jau, p. bebau, p. harum,; pandan rempai, p. wangi, p. musang (Sumatera). pondang,; pondan, ponda, pondago (Sulawesi).kelamoni, hao moni,; keker moni, ormon foni, pondak, pondaki, pudaka (Maluku).; Pandan arrum (Bali), bonak (Nusa Tenggara),;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Rambut rontok, menghitamkan rambut, menghilangkan ketombe; Lemah saraf (neurastenia), tidak napsu makan, rematik, ; Pegal linu, sakit disertai gelisah.;
Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun.

INDIKASI :
Daun pandan berkhasiat untuk mengatasi:
- lemah saraf (neUrasthenia),
- tidak nafsu makan,
- rematik, pegal linu,
- sakit disertai gelisah,
- rambut rontok, menghitamkan rambut, dan
- ketombe.

CARA PEMAKAIAN :
Daun pandan segar sebanyak 2 - 5 lembar diiris-iris secukupnya lalu direbus atau diseduh, minum. Atau daun ditumbuk lalu diperas dan diminum. Pemakaian luar, daun dicuci bersih lalu digiling halus. Turapkan pada luka atau kulit kepala yang berketombe.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Lemah saraf :
    Daun pandan segar sebanyak 3 lembar dicuci lalu dipotong
    kecil-kecil. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas.
    Setelah dingin disaring lalu diminum pagi dan sore hari, masing-
    masing 1 gelas.

2. Rematik dan pegal linu :
    a. Daun pandan segar sebanyak 3 lembar dicuci bersih lalu diiris
       tipis-tipis. Seduh dengan 1/2 cangkir minyak kelapa yang telah
       dipanaskan sambil diaduk merata. Setelah dingin siap digunakan
       untuk menggosok bagian tubuh yang sakit.
    b. Daun pandan segar sebanyak 5 lembar dan daun serai 20 lembar,
       dicuci Ialu ditumbuk sampai halus. Tambahkan minyak kayu putih
       dan minyak gandapura masing-masing 1 sendok makan. Aduk
       sambil diramas sampai merata. Ramuan ini digunakan untuk
       menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit.

3. Gelisah :
    Daun pandan segar sebanyak 2 lembar dicuci lalu diiris tipis-tipis.
    Seduh dengan segelas air panas. Setelah -dingin disaring, minum
    sekaligus. Lakukan 2 - 3 kali sehari, sampal tenang.

4. Rambut rontok :
    Sebanyak 10 lembar daun waru muda yang segar, segenggam daun
    urang-aring, 5 lembar daun mangkokan, 1 lembar daun pandan, 10
    kuntum bunga melati, dan 1 kuntum bunga mawar, setelah dicuci
    bersih lalu dipotong-potong secukupnya. Bahan-bahan tersebut
    dimasukkan ke dalam panci email, lalu tambahkan rninyak wijen,
    minyak kelapa dan minyak kemiri masing-masing 1/2 cangkir.
    Panaskan sampai mendidih, lalu diangkat. Setelah dingin disaring,
    siap untuk digunakan. Caranya, oleskan campuran minyak tadi ke
    seluruh kulit kepala sambil dipijat ringan. Lakukan malam hari
    sebelum tidur, esok paginya rambut dikeramas. Lakukan 2 - 3 kali
    seminggu.

5. Menghitamkan rambut :
    Daun pandan wangi sebanyak 7 lembar dicuci lalu dipotong-potong.
    Rebus dengan 1 liter air sampai warnanya menjadi hijau. Embunkan
    air rebusan tadi semalaman. Pagi harinya, campurkan rebusan daun
    pandan tadi dengan air perasan 3 buah mengkudu masak. Air
    campuran tadi lalu digunakan untuk meneuci rambut. Lakukan 3 kali
    seminggu, sampai terlihat hasilnya.

6. Ketombe :
    Daun pandan segar sebanyak 7 lembar dicuci bersih lalu digiling
    halus. Tambahkan 1/2 cangkir air bersih sambil diremas merata.
    Peras dan saring. Air perasan daun pandan ini lalu dioleskan ke
    seluruh kulit kepala yang berketombe. Biarkan mengering, kalau
    perlu olesan diulang sekali lagi.  Kira-kira 1/2 - 1 jam kemudian,
    rambut dibilas dengan air bersih. Lakukan setiap hari sampai
    sembuh.  



Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Daun pandan mengandung alkaloida, saponin, flavonoida, tanin, polifenol, dan zat warna.
separador

0 komentar:

Poskan Komentar

Followers